Sejarah perkembangan kamera

Mengambil gambar setiap momen, orang yang dicintai, saat bermain bersama keluarga dan orang-orang terdekat adalah sesuatu hal yang dilakukan oleh semua orang. Menangkap momen special menjadi hal yang diharuskan oleh semua orang. Sebab kita tahu, menangkap gambar berarti mengabadikan momen istimewa tersebut agar dapat dikenang dan tak dilupakan.

Kita semua tahu, kamera adalah alat yang digunakan untuk menangkap setiap momen. Oleh karena itu, kamera merupakan komoditas sehari-hari saat ini, dan digunakan secara luas dibandingkan dengan masa-masa sebelumnya. Mereka juga jauh lebih sederhana dan canggih dengan kamera pertama yang dibuat.

Untuk itu, kita uraikan sebelumnya apa yang dimaksud dengan kamera. Kamera merupakan alat yang berfungsi dan mampu untuk menangkap dan mengabadikan gambar. Kamera pertama kali yaitu bernama camera obscura, yang berasal dari bahasa latin dan berarti ruang gelap. Kamera adalah alat paling popular dalam dunia fotografi. Dalam dunia fotografi, kamera merupakan suatu peranti untuk membentuk dan merekam suatu bayangan potret pada lembaran film.

Di artikel ini, mari kita bahas mengenai sejarah dan perkembangan kamera.

Dalam pembahasan disini, penulis akan mengembangkan berdasarkan tipe-tipe kamera serta tahun terbitnya.

  1. Kamera Obscura

Kamera obscura merupakan kamera pertama yang diciptakan. Kamera obscura berasal dari bahasa latin yang berarti ruang gelap. Kamera obscura tediri dari ruang gelap atau kotak untuk menggambar serta menggunakan lensa atau lubang jarum untuk memproyekskan gambar dari adegan pada permukaan melihar.

Kamera obscura ditemukan sekitar tahun 1.000 setelah Masehi. Oleh Al-Haitam atau yang dikenal dengan nama Alhazen.Sebelum dipopulerkan Alhazen, pada zaman sebelum Masehi terceatat bahwa konsep ini telah ditemukan oleh seorang filsuf bernama Mozi pada zaman sebelum Masehi. Kemudian, pada Abad ke-11, Al-Hazen menulis buku tentang optic termasuk percobaanya meneruskan cahaya melalui lubang kecil ke ruangaan gelap.

Buku karangan Alhazen ini lalu dipelajari oleh ilmuwan dari brat seperti Joseph Kepler. Joseph Kepler berhasil memperbesar proyeksi gambar yang dhasilkan kamera dengan menambahkn lensa negative dibelakang lensa positif. Setelah itu, Robbert Boile berhasil membuat kamera kecil tanpa kabel pada tahun 1665.

  1. Kamera Daguerreotypes dan Calotypes

Pada tahun 1837, Joseph Nicephore Niepce dari Prancis menemukan konsep fotografi yang lebih mudah dan dinamakan dengan Daguerreotypes. Jika kamera Obscura masih menggunakan kotak besar, lain lagi dengan kamera ini. Kamera Daguerreotypes memiliki kotak kecil dengan lubang cahaya, ia menambahkan plat tembaga dan perak yang ditambahkan dengan uap yodium. Alhasil kamera generasi ini lebih sensitive terhadap cahaya.

Setelah dilakukan pemeriksaan pada kamera, hasil gambar kemudian terbentuk melalui uap merkuri dan larutan natrium klorida. Sebab dinamakan kamera Daguerreotypes dan Calotypes karena Niepce mengajak kerjasama untuk menemukan dan mengembangkan kamera ini dengan partnernya yaitu Louis Daguerre.

Setelah itu, Henry Fox Talbot menyempurnakan proses terbentukya gambar dan berhasil menjual Calotypes sekitar tahun 1840an.

  1. Pelat Kering Collidion

Kamera generasi ini merupakan sebuah karya dari Desire van Monchkhoven. Kamera ini digunakan pada tahun 1857. Lalu, pelat kering ini di modifikasi oleh Richard Leach Maddox yang berhasil menciptakan pelat basah berkualitas dengan kecepatan pengambilan gambar yang lebih baik.

20 tahun kemudian, ditemukan emulsi gelatin yang mampu meningkatkan sensitifitas kamera, alhasil kamera generasi ini mampu mengambil gambar secara spontan. Perjalanan kamera Collidion terus berlangsung dan berevolusi. Tripod mulai ditemukan untuk alat penempatan kamera pada saat mengambil gambar.

  1. Kodak dan Kamera Film

Apabila anda lahir di tahun 90an, pasti sangat mengenal kamera yang satu ini. Kamera yang menggunakan rol film di dalamnya ini sangat terkenal pada generasi ini. Kamera generasi ini sudah sangat lebih berkembang dan berevolusi. Hal ini terlihat dari ukuran kamera yang lebih kecil. Kamera ini menggunakan rol film di dalamnya yang dapat dicetak menjadi sebuah foto. Kamera kodak dikembangkan oleh George Eastman yang memulai produksi film kamera yang kemudian berkembang lagi menjadi seluloid pada sekitar tahun 1800an.

Diakhir abad ke19, Eastman telah berhasill membuat berbagai model kamera film, yaitu kamera berbentuk kodak dan kamera lipat. Kamera kodak ini memiliki keunggulan yaitu harganya yang tidak terlalu mahal.

  1. Kamera Compact

Kemudian, kamera berevolusi lagi dengan hadirnya kamera compact yang diteliti oleh Barnack di Leitz. Kamera ini menggunakan film 35 milimeter untuk membuat kamera yang dapat mengahsilkan perbesaran gambar dengan kualitas yang cukup baik.

Pada tahun 1913, mulai terbentuk prototipe Ur-leica, kamera 35 milimeter. Namun, perkembangan kamera generasi ini tertunda karena adanya perang dunia pertama. Namun tak lama kemudian, kamera Ur-leica mulai berkembang lagi dengan berbagai fitur. Alhasil, kamera Ur-leica mulai di jual secara luas pada tahun 1923 di Eropa. Para konsumen pengguna kamera sangat puas dan menyambut baik inovasi kamera yang satu ini.

Berawal dari sini, terus muncul perusahaan pembuat kamera saingan Ur-leica, yaitu kamera Canon. Perusahaan Canon berpusat di Jepang. Canon juga membuat kamera dengan film cine 35 milimeter. Kedua perusahaan tersebut bersaing secara ketat.

Kamera canon justru semakin berkembang karena berakhirnya perang korea yang membuat veteran jepang banyak membawa kamera ini ke Amerika Serikat. Hal ini semakin membuat maju perusahaan canon. Alhasil, canon terus berkembang dan berinovasi memproduksi berbagai kamera canggih lainnya.

  1. Kamera TLR dan SLR

Pada tahun 1928, Franke & Heidecke mulai membuat kamera TLR. TLR merupakan kepanjangan dari twin-lens reflex. Kamera TLR dilengkapi dengan dua lensa objektif dengan panjang vocal yang sama. Satu lensa berguna untuk mengambil gambar, sedangkan lensa yang satunya lagi berguna untuk menangkap bayangan yang telah masuk ke lensa pertama.

Setelah itu, Franke & Heidecke membuat kamera yang hampir sama dengan TLR namun berbeda tujuannya. SLR kepanjangan dari single-lens reflex. Kamera SLR berkembang lebih lanjut dan mulai diproduksi semenjak tahun 1933, yang pertama kali menggunakan 127 rol film. Kamera ini hanya memiliki satu buah lensa yang telah dikombinasikan dengan sensor gambar digital. Kamera SLR ini lebih praktis dibandingkan dengan kamera TLR. Kamera SLR dikembangkan oleh perusahaan Asahi Optikal yang pertama kali meluncurkan kamera SLR dengan 35 milimeter. Kemudian, mulai saat itulah berkembang banyak kamera SLR yang beredar dipasaran, mulai dari merk canon,ikon,Fujifilm,dan yashica.

Demikianlah sejarah perkembangan kamera dari masa ke masa. Semoga artikel ini bermanfaaat dan memberikan informasi bagi para pembaca.